Desain Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya untuk Efisiensi Operasional Penangkapan Benih Lobster

Authors

  • Ali Munazid Universitas Hang Tuah
  • Sutiyo Sutiyo Universitas Hang Tuah
  • Bagiyo Suwasono Universitas Hang Tuah
  • Rodlitul Awwalin Universitas Hang Tuah

DOI:

https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v7i3.724

Keywords:

benih lobster, energi terbarukan, jaring pocong, kemandirian energi, sel surya

Abstract

Penangkapan benih lobster di Teluk Brumbun, Jawa Timur, selama ini bergantung pada generator berbahan bakar bensin untuk menyalakan lampu pada bagan apung. Penggunaan generator tidak hanya meningkatkan biaya operasional nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas buang, kebisingan, dan risiko pencemaran bahan bakar. Kegiatan ini merancang dan mengimplementasikan stasiun pengisian baterai berbasis sel surya berkapasitas 1 kW sebagai solusi penyedia energi bersih bagi nelayan yang bertujuan untuk mengefisiensi penggunaan energi pada operasional penangkapan benih lobster. Dengan tujuan tersebut metode yang dilakukan dalam beberapa tahap: survei kondisi dan kebutuhan, merancang teknologi, pembuatan dan implementasi serta evaluasi dan analisis dampak stasiun pengisian baterai bagi masyarakat. Hasil perancangan menunjukkan kapasitas produksi energi harian sebesar 2,86 kWh, cukup untuk menyuplai lima unit bagan apung setiap malam. Secara ekonomi, sistem ini mampu menghemat biaya operasional sebesar Rp 36–45 juta per tahun untuk lima Bagan, dibandingkan penggunaan bensin 4–5 liter per malam. Secara lingkungan, sistem ini mengurangi emisi sebesar 8–10,5 ton CO₂ per tahun serta menghilangkan potensi pencemaran perairan. Inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya operasional, dan mendukung praktik perikanan tangkap yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.  Implementasi sistem ini memiliki potensi replikasi yang tinggi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik radiasi surya dan pola operasi penangkapan malam hari yang serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agency, I. E. (2022). World Energy Outlook. IEA.

Biol, J. M., December, J., Jones, C. M., & Jones, C. M. (2014). Tropical rock lobster aquaculture development in Vietnam , Indonesia and Tropical spiny lobster aquaculture development in Vietnam , Indonesia and Australia. 52(June), 304–315.

Carpenter, K., & Niem, V. (1998). The Living Marine Resources of the Western Central Pacific. In Food and Agriculture Organization of the United Nations (Vol. 2). https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/40a8028a-042a-46fc-b573-eb1700b3d85c/content

FAO. (2021). Fishery and Aquaculture Statistics Yearbook 2021. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://doi.org/https://doi.org/10.4060/cc9523en

Fatma, U., Kurnia, M., Musbir, M., Sahil, M. S. R. B., Putera, D. P., & Al Haq, S. I. (2022). The effectiveness of underwater LED as a fish aggregating device on a fixed-liftnet in Pangkep waters. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 1-13. https://doi.org/10.35911/torani.v6i1.22386

Huda, H. M., Wijaya, R. A., Suryawati, S. H., Wahyudin, R. A., & Koeshendrajana, S. (2021). Pemanfaatan Benih Bening Lobster ( BBL ) untuk Kegiatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Banyuwangi Utilization of Puerulus Seed for Economic Activity of Banyuwangi Coastal Communities. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 137–145.

Irianto, D. C., Riani, E., Widigdo, B., & Yonvitner, Y. (2024). Habitat and Population Structure of Lobster from Southern of West Java. Tropical Fisheries Management Journal, 8(1), 44–51. https://doi.org/10.29244/jppt.v8i1.54438

Jones, C. M., Anh, T. Le, & Priyambodo, B. (2019). Lobster Aquaculture Development in Vietnam and Indonesia. In Lobsters: Biology, Fisheries and Aquaculture. Springer Nature Singapore Pte Ltd.

Jones, C. M., Anh, T. Le, & Priyambodo, B. (2026). Sustainability of Puerulus Fisheries Supporting Spiny Lobster Aquaculture in Southeast Asia. Fishes, 11(3), 1–21. https://doi.org/10.3390/fishes11030182

KKP. (2021). Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia, 3, 103–111.

KKP. (2022). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 19 Tahun 2022 Tentang Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan, Jumlah Tangkapan Ikan yan Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negera Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 19/KEPMEN-KP/2022, 3, 1–8.

KKP. (2024). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 7 Tahun 2024, tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), KEPITING (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.).

Munazid, A., Winarno, A., & Taufiqurrohman, M. (2007). Perancangan Kapal Ikan Tenaga Sel Surya Fotovoltaic Untuk Wilayah Penangkapan Perairan Brondong Lamongan. Seminar Nasional: Peluang, Tantangan Dan Prospek Transportasi Laut Di Indonesia.

Nankervis, L., & Jones, C. (2022). Recent advances and future directions in practical diet formulation and adoption in tropical Palinurid lobster aquaculture. Reviews in Aquaculture, March, 1830–1842. https://doi.org/10.1111/raq.12675

Nurdin, H. S., Susanto, A., & Danisworo, E. (2023). Komposisi Dan Produktivitas Hasil Tangkapan Benih Lobster. Jurnal Akuatika Indonesia, 8(2), 77–86.

Nurhidayanti, M. (2026). Evaluasi Efisiensi Energi dan Emisi Karbon pada Kapal Perikanan Skala Kecil di Perairan Pesisir Jawa. Jurnal Kelautan, Perikanan Dan Maritim, 1(1), 1–8.

Phillips, B. F., & Kittaka, J. (2000). Spiny Lobsters : Fisheries And Culture (Second). Black Science.

Pongbatto, E. T., Burhanuddin, A., & Yusuf, M. M. (2024). Potensi Dan Tantangan Lombok Sebagai Pusat Budidaya Lobster. Indonesian Journal of Geography, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.26858/ijag

Priyambodo, B., Jones, C. M., & Sammut, J. (2020). Assessment of the lobster puerulus (Panulirus homarus and Panulirus ornatus, Decapoda: Palinuridae) resource of Indonesia and its potential for sustainable harvest for aquaculture. Aquaculture, 528(735563). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2020.735563

Purnama, M., Salwiyah, S., Subhan, S., Takwir, A., & Nadia, L. O. A. R. (2022). Kelimpahan Relatif Benih Lobster (Puerulus) Pada Bio-Atraktor Di Perairan Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Perikanan Unram, 12(3), 303–311. https://doi.org/10.29303/jp.v12i3.313

Rohmanurcaesari, A., Anggraini, E., & Buhari, N. (2024). Analisa Budi Daya Lobster Berkelanjutan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonoi Dan Perikanan, 14(1), 81–91. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v14i1.13475

Sarkar, A., Chowdhury, S. K., Al Nahid, S. A., Shimul, S. A., Rana, S., & Al Jaber, M. Y. (2026). Toward Spiny Lobster ( Panulirus spp .) Aquaculture Development in Bangladesh : Lessons and Insights From Global Research. Aquaculture Research. https://doi.org/10.1155/are/7143949

Sofijanto, M. A., Rasyidi, I., & Saputra, D. M. (2015). Pengembangan Lampu Led Dengan Teknologi Photovoltaic (Led-Pv) Sebagai Alat Bantu Pengumpul Ikan Pada Perikanan Bagan Led Lamps Improvment Using Photovoltaic Technology for Fish Aggregating Device At Liftnet Fisheries. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 21(1 (Maret)), 55–62.

Susanto, A., Purbayanto, A., Wisudo, S. H., & Fitri, A. D. P. (2021). Karakteristik Struktur dan Konstruksi Alat Tangkap Benih Bening Lobster (Puerulus) di Perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 12(1), 1–13. https://doi.org/10.24319/jtpk.12.1-13

Triyono, Arifin, T., Dwiyoga Nugroho, Novianto, D., Rahmawati, H. I., Amri, S. N., Faizah, R., Prihatiningsih, Nurfiarini, A., Purnomo, A. H., Suryaningrum, T. D., Zulham, A., Wardono, B., Yusuf, R., & Jayawiguna, M. H. (2019). Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan WPPNRI 573 (S. Wibowo, M. H. Jayawiguna, & Triyono (eds.); 1st ed.). AMAFRAD Press- Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.

Wijanarko, P. Y., Adriyono, S., Mahasri, G., & Saroso, H. (2025). Hasil Tangkapan Baby Lobster ( Panulirus Sp .) Yang Didaratkan Dari Perairan Pantai Pacitan Capture Results Of Baby Lobsters ( Panulirus Sp .) Landed From. Journal of Aquatropica Asia, 10(2024), 49–55. https://doi.org/https://doi.org/10.33019/joaa.v10i1.6362

Witomo, C. M., & Nurlaili, N. (2015). Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Bibit Lobster Di Perairan Lombok. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 5(1), 11. https://doi.org/10.15578/jksekp.v5i1.1075

WWF-Indonesia, T. P. (2024). Seri Panduan Perikanan Skala Kecil Perikanan lobster laut; Panduan Penangkapan dan Penanganan. WWF-Indonesia, 1–22.

Zulbainarni, N., Haj, M. H., & Novindra. (2024). Sustainability level of the pearl lobster (Panulirus ornatus) aquaculture business using the systems of floating-net cage and fixed-net cage: A case study in South Sulawesi Province, Indonesia. Aquaculture and Fisheries, 9(5), 851–859. https://doi.org/10.1016/j.aaf.2023.08.006

Zulkarnain, Z., Baskoro, M., Martasuganda, S., & Monintja, D. (2011). Pengembangan Desain Bubu Lobster Yang Efektif. Buletin PSP, 19(2), 45–57.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Munazid, A., Sutiyo, S., Suwasono, B., & Awwalin, R. (2026). Desain Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya untuk Efisiensi Operasional Penangkapan Benih Lobster. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 812–828. https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v7i3.724