Merajut Identitas Bangsa Bagi PMI Melalui Pelatihan Etika, Estetika, Dan Olahraga Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v7i2.808Keywords:
estetika, etika, olahraga tradisional, pekerja migran indonesia, pengembangan diriAbstract
Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok masyarakat yang memiliki peran strategis sebagai duta bangsa di luar negeri. Namun, dalam praktiknya PMI masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan pemahaman etika dan estetika berpenampilan, serta minimnya aktivitas fisik yang berorientasi pada pembentukan karakter. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan diri PMI melalui pelatihan etika, estetika, dan olahraga tradisional Indonesia di Dili, Timor Leste. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yaitu dua pertemuan daring dan satu pertemuan luring yang melibatkan 20 peserta PMI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap etika berperilaku 80%, estetika berpenampilan 75%, serta kesadaran akan pentingnya olahraga tradisional 85% sebagai sarana menjaga kesehatan fisik dan mental. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap identitas budaya Indonesia. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat karakter PMI sebagai representasi bangsa Indonesia di luar negeri.
Downloads
References
Aisyah, S. (2024). Penerapan pengetahuan busana pada penampilan diri mahasiswa tata busana yang tidak sesuai dengan aturan Universitas Syiah Kuala. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(3), 26–37.
Alifuddin, M. (2014). Etika berbusana dalam perspektif Islam. Jurnal Shautut Tarbiyah, 1(1), 81–87.
Andalas, E. F., Wurianto, A. B., & Setiawan, A. (2021). Menjadi Indonesia: Membangun nasionalisme, identitas kultural, dan religiositas siswa diaspora Indonesia di Singapura. In Sugiarti (Ed.), Internasionalisasi bahasa Indonesia: Perspektif lintas negara (p. 128). UMM Press
Barua, H., & Maheshwari, N. (2025). The interplay between migration and self-identity: A structured review using TCCM and bibliometric analysis. Frontiers in Psychology, 16, 1563508. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1563508
Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. (2019). Pengembangan kepribadian. Departemen Pendidikan Nasional.
Djatmika, Mohamad, B., Santosa, R., & Wibowo, A. H. (2024). Intercultural communicative competence among Indonesian migrant workers in Malaysia: A qualitative exploration. Frontiers in Sociology, 9, 1321451. https://doi.org/10.3389/fsoc.2024.1321451
Dugas, E., & Ben Ali, B. (2023). Reflection on traditional sporting games: The impact of bodily involvement on empathic dimensions. Frontiers in Psychology, 14, 1123519. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1123519
Fahzaria, N. A., Suwarsi, S., Fadhila, S. A., & Pebriyanto, W. (2024). Management of cross-cultural communication barriers for Indonesian migrant workers in South Korea. Komunikator, 16(1), 81–94. https://doi.org/10.18196/jkm.21112
Fitriani, D., Ramdhan, D., & Hapsari, A. (2024). Strategi peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia. Masyarakat Indonesia, 49(2), 191–202. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i2.1367
Henríquez, D., Urzúa, A., & López-López, W. (2021). Indicators of identity and psychological well-being in immigrant population. Frontiers in Psychology, 12, 707101. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.707101
Hidayat, O. T., Sumardjoko, B., Athiyyah, Z. W., & Ilma, A. (2025). Penguatan pendidikan karakter pada anak-anak pekerja migran Indonesia di sanggar bimbingan Malaysia. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 12(1), 41–51. https://doi.org/10.24036/scs.v12i1.722
Ihsani, A. N. N., & Mauliddina, W. (2023). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tata rias wajah pesta untuk remaja putri. Surya Abdimas, 7(1), 167–176.
Kumaidah, E. (2012). Penguatan eksistensi bangsa melalui seni bela diri tradisional pencak silat. Humanika, 16(9). https://doi.org/10.14710/humanika.16.9
Lindert, J., Samkange-Zeeb, F., Jakubauskiene, M., Bain, P. A., & Mollica, R. (2023). Factors contributing to resilience among first generation migrants, refugees and asylum seekers: A systematic review. International Journal of Public Health, 68, 1606406. https://doi.org/10.3389/ijph.2023.1606406
Mardotillah, M., & Zein, D. M. (2016). Silat: Identitas budaya, pendidikan, seni bela diri, dan pemeliharaan kesehatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 121–133.
Mufarriq, M. U. (2021). Membentuk karakter pemuda melalui pencak silat. Khazanah Pendidikan Islam, 3(1), 41–53. https://doi.org/10.15575/kp.v3i1.10193
Sardila, V. (2015). Implementasi pengembangan nilai-nilai etika dan estetika dalam pembentukan pola prilaku anak usia dini. Jurnal Dakwah Risalah, 26(2), 86–93. https://doi.org/10.24014/jdr.v26i2.1217
Saura, S. C., & Zimmermann, A. C. (2021). Traditional sports and games: Intercultural dialog, sustainability, and empowerment. Frontiers in Psychology, 11, 590301. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.590301
Shekriladze, I., & Javakhishvili, N. (2024). Sociocultural predictors of immigrant adjustment and well-being. Frontiers in Sociology, 9, 1251871. https://doi.org/10.3389/fsoc.2024.1251871
Suranti, B., & Karsiwan. (2024). Membentuk karakter pemuda melalui pencak silat Sekinci-Kinci. Aceh Anthropological Journal, 8(1), 145–161. https://doi.org/10.29103/aaj.v8i1.15974
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Maspiyah Maspiyah, Nur Ahmad, Novia Restu Windayani, Bayu Ristiawan, Lutfi Saksono, Karwanto Karwanto, Awang Dharmawan, Lutfhi Abdil Khuddus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






