Optimalisasi Media Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Pelatihan Aplikasi Edukatif bagi Guru SMA
DOI:
https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v7i2.713Keywords:
aplikasi edukatif, bahasa inggris, guru sma, media pembelajaran, pelatihan guruAbstract
Rendahnya literasi digital guru bahasa Inggris berdampak pada pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif, sehingga motivasi serta partisipasi siswa menurun. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan profesionalisme guru melalui pelatihan penggunaan aplikasi edukatif berbasis teknologi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan andragogi dan metode pelatihan partisipatif, meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, kolaborasi kelompok, dan project-based training, mencakup pengenalan dan penggunaan aplikasi Wayground, Kahoot, Google Classroom, dan Canva for Education. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi peserta dimana sebanyak 82,35% menilai materi pelatihan “Sangat Baik”, 93,75% menyatakan pelatihan “Sangat Membantu” dalam pemahaman aplikasi edukatif, 75% menilai pelatihan “Sangat Efektif”, serta 93,75% peserta menyatakan siap mengimplementasikan aplikasi dalam pembelajaran di kelas. Luaran program meliputi model pembelajaran inovatif berbasis aplikasi edukatif, artikel ilmiah, dan publikasi media massa. Simpulannya, pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi digital guru, yang berdampak langsung pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran di kelas.
Downloads
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Addison Wesley Longman.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.
Biggs, J. (2003). Teaching for quality learning at university. Society for Research into Higher Education & Open University Press.
Darling-Hammond, L. (2000). Teacher quality and student achievement: A review of state policy evidence. Educational Policy Analysis Archives, 8(1), 1–44. https://doi.org/10.14507/epaa.v8n1.2000
Ertmer, P. A., & Ottenbreit-Leftwich, A. T. (2010). Teacher technology change: How knowledge, confidence, beliefs, and culture intersect. Journal of Research on Technology in Education, 42(3), 255–284. https://doi.org/10.1080/15391523.2010.10782551
Guskey, T. R. (2000). Evaluating professional development. Corwin Press.
Guskey, T. R. (2002). Professional development and teacher change. Teachers and Teaching: Theory and Practice, 8(3), 381–391. https://doi.org/10.1080/135406002100000512
Hargreaves, A. (2000). The changing context of teaching: Implications for professional development. In A. Hargreaves, M. Lieberman, M. Fullan, & D. Hopkins (Eds.), International handbook of educational change (pp. 1426–1449). Springer.
Hasanah, U., & Mulyadi, D. (2021). Tantangan literasi digital guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris di era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 45–58. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i1.1732
Kemendikbudristek. (2022). Laporan capaian program peningkatan kompetensi guru berbasis teknologi digital. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Knowles, M. S. (1980). The modern practice of adult education: From pedagogy to andragogy (2nd ed.). Cambridge Adult Education.
Macaro, E., Curle, S., Pun, J., An, J., & Dearden, J. (2018). A systematic review of English medium instruction in higher education. Language Teaching, 51(1), 36–76. https://doi.org/10.1017/S0261444817000350
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.
Munawwir, M., et al. (2025). The impact of technology-based learning and deep learning models on teacher competency. Journal of Educational Research, 12(3), 45–59.
Puspitasari, D., & Dewi, R. S. (2021). Pemanfaatan aplikasi edukatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(2), 105–118. https://doi.org/10.21009/jtp.v23i2.21345
Rahayu, S., & Santoso, B. (2020). Pelatihan Google Classroom bagi guru SMP sebagai upaya peningkatan kompetensi digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 61–72. https://doi.org/10.22146/jpkm.53412
Slavin, R. E. (2011). Instructional technology and the teacher. In Handbook of research on teaching (pp. 145–158). Macmillan.
Suryani, N. (2020). Media pembelajaran inovatif dan pengembangannya. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 40–52. https://doi.org/10.17977/um048v15i12020p040
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Warschauer, M., & Healey, D. (1998). Computers and language learning: An overview. Language Teaching, 31(2), 57–71. https://doi.org/10.1017/S0261444800012970
Widodo, A., Sumarni, W., & Riandi, R. (2021). Efektivitas penggunaan aplikasi Kahoot dalam meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa SMA pada pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 29–41. https://doi.org/10.21831/jipi.v8i1.36521
Yusuf, M. O., & Afolabi, A. O. (2010). Effects of computer assisted instruction (CAI) on secondary school students' performance in Biology in Ilorin, Nigeria. Turkish Online Journal of Educational Technology, 9(1), 62–69.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Wa Ode Fatmawati, Mursalim Mursalim, Lelly Suhartini, Sitti Agustina, Dessy Liliani Husain, Yustih Yasin, Wa Ode Sitti Wardani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






