Peningkatan Konektivitas Desa 3T melalui Implementasi Modul Pemancar Sinyal dan Data
DOI:
https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v7i2.536Keywords:
desa 3t, internet satelit, konektivitas digital, modul pemancar sinyal, pelayanan masyarakatAbstract
Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T menyebabkan rendahnya kualitas konektivitas digital dan berdampak langsung pada layanan publik. Hasil pengukuran awal di Kabupaten Simalungun menunjukkan kekuatan sinyal sangat lemah (< -85 dBm) pada sekolah, puskesmas, dan permukiman warga, sehingga akses internet hampir tidak dapat dimanfaatkan secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan konektivitas desa melalui implementasi modul pemancar sinyal berbasis mesh Wi-Fi dengan Starlink sebagai sumber internet utama. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pengukuran kecepatan menggunakan Speedtest, instalasi perangkat, serta pelatihan literasi dan manajemen jaringan kepada 40 peserta dari unsur perangkat desa, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan kader digital. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan kecepatan internet hingga 150 Mbps di Kantor Desa dan lebih dari 70 Mbps di titik layanan lainnya. Peningkatan ini secara langsung mengubah kualitas layanan publik: pembelajaran daring di sekolah dasar dapat berjalan stabil, layanan puskesmas dan administrasi desa jarak jauh mulai dimanfaatkan. Selain itu, konektivitas yang lebih andal mendorong UMKM lokal untuk memanfaatkan marketplace digital. Indeks efektivitas layanan publik dan ekonomi meningkat lebih dari 60%, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 95%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan konektivitas bukan hanya persoalan teknis, tetapi menjadi katalis transformasi layanan publik dan pemberdayaan ekonomi desa.
Downloads
References
Akyildiz, I. F., Wang, P., & Wang, S.-C. (2020). Wireless mesh networks: A survey. Computer Networks, 47(4), 445–487.
Aldashev, A., & Batkeyev, B. (2021). Broadband infrastructure and economic growth in rural areas. Information Economics and Policy, 57, 100936.
Cinnamon, J. (2020). Data inequalities and why they matter for development. Information Technology for Development, 26(2), 214–233.
Cortelyou-Ward, K., Atkins, D. N., Noblin, A., Rotarius, T., White, P., & Carey, C. (2020). Navigating the digital divide: Barriers to telehealth in rural areas. Journal of Health Care for the Poor and Underserved, 31(4), 1546–1556.
De Clercq, M., D'Haese, M., & Buysse, J. (2023). Economic growth and broadband access: The European urban–rural digital divide. Telecommunications Policy, 47(6), 102579.
Hombone, E. (2025). Smart village sebagai solusi inovatif pembangunan daerah terpencil. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(1), 122–131.
Karamchand, G. K. (2024). Mesh networking for enhanced connectivity in rural and urban areas. Journal of Computational Innovation, 4(1).
Kusnanto, K., Noviyanti, N., Gudiato, C., & Usman, U. (2024). Transformasi sosial-ekonomi di masyarakat pedalaman: Integrasi teknologi dan ketahanan pendidikan menengah kebawah. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 10(2), 192–202.
Lythreatis, S., Singh, S. K., & El-Kassar, A.-N. (2022). The digital divide: A review and future research agenda. Technological Forecasting and Social Change, 175, 121359.
Mayyora, R., Sholihah, Q., Wanusmawatie, I., & Wanto, A. H. (2025). Transformasi digital desa dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan: Pendekatan literature review. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(2), 100–111.
Nurfaisal, M. D., Maulana, M. A., & Sari, I. (2024). Akuntabilitas program kemandirian desa berbasis smart village: Studi kasus pengelolaan BUMDes Tirta Mandiri. Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik), 4(2), 97–108.
Perjalanan, R. (2025). Inovasi monitoring pendaki menggunakan Internet of Things untuk membantu keselamatan dan ketertiban di gunung (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
Pramono, J. S., Hendriani, D., Ardyanti, D., Tonapa, E., Purwanto, E., Mardiana, N., & Nurachma, E. (2025). Kewirausahaan dalam promosi kesehatan: Peluang, inovasi, dan strategi sukses dalam bahasa Indonesia. Asadel Liamsindo Teknologi.
Putro, G. S., Arfiany, A., & Yasni, Y. (2024). Analisis dampak sosial dari implementasi program pengabdian berbasis teknologi di pedesaan. ABDI DAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 1–13.
Siregar, S., Mendoza, M. D., Hutajulu, O. Y., Saputra, F., & Fauzani, A. R. (2024). Pemanfaatan Starlink untuk meningkatkan konektivitas dan percepatan administrasi serta pelayanan desa di Nagori Siporkas.
Van Dijk, J. A. G. M. (2020). The digital divide. Polity Press.
Wahyuanto, E. (2024). PERADABAN DIGITAL: Pendekatan Manajemen Pendidikan dalam Transformasi Digital. AMU Press, 1-113.
Wibowo, A. (2024). Teori & praktik jaringan komputer (pp. 1–174). Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik.
Wilantika, C. F., & Yulikuspartono, Y. (2024). Penerapan mesh Wi-Fi system untuk akses internet di desa terpencil Kabupaten Lebak. Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi, 13(3).
Zhang, P., Yi, C., Yang, B., Wang, C.-X., Wang, H., & You, X. (2020). In-building coverage of millimeter-wave wireless networks from channel measurement and modeling perspectives. Science China Information Sciences, 63, 180301. https://doi.org/10.1007/s11432-019-2832-1
Zupti, B. A., & Fathurrahman, M. (2025). Peran komunitas rumah internet dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di desa 3T. Pustaka Karya: Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 13(1), 159–171.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Syafiatun Siregar, Olnes Yosefa Hutajulu, Mhd Dominique Mendoza, Asrah Rezki Fauzani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






